Kode, pekerjaan, kehidupan, dan apapun yang ku mau.
Melihat fenomena Adobe Acrobat yang kalah praktis dibanding Chrome PDF viewer, jebakan ilusi scalable multi-tenant, dan kenapa prinsip Unix 'do one thing and do it well' tetap menjadi obat paling ampuh saat merancang software modern hingga AI agent.
Alasan mengapa semakin lama menulis kode, saya semakin menghindari teknologi yang mengejar performa ekstrem atau tren semata, dan lebih memilih arsitektur dengan total friksi paling rendah.
Pengalaman membangun sistem tool output spilling di Nouride agar agent tetap stabil dan tidak mengalami amnesia saat output perintah terminal berukuran besar.
Bagian ketiga dari seri memori AI Agent. Kali ini kita bedah implementasi riil: membangun unified memory engine yang dibungkus dalam MCP, serta merancang Dual-Lane Memory (RAG + SQL Analytics).
Kelanjutan eksperimen memori AI Agent Nouva: mengatasi index bloat dengan Two-Tier Hierarchical Summary, hybrid scoring (semantic + importance + recency), dan programmatic 1-hop related dates.
Peta perjalanan saya merombak sistem memori AI Agent Nouva dari yang tadinya berisik dan bikin RAG dilusi, menjadi skema Two-Tier Hybrid RAG + NAS Markdown yang 95% mengcover semua kebutuhan.
Kenapa sih Docker dan Kubernetes itu diciptakan? Daripada pusing baca teori kaku tentang container orchestration, mari kita bahas filosofi dasar di balik pemecahan masalah stateful environment.
Kisah kejedut tiang listrik infrastruktur paling epic minggu ini: salah konfigurasi mount point backup di Terraform yang bikin server crash loop dan SSD wear anxiety.
Panduan membangun arsitektur homelab mandiri dari server fisik bare metal, virtualisasi Proxmox, orkestrasi Kubernetes (K3s), hingga diekspos ke internet publik secara aman.
Cerita di balik layar optimasi database PostgreSQL. Dari drama connection leak di Kubernetes, index overkill yang bikin bulk insert tewas, sampai cache basi di Redis.